hot2

Senin, 16 Maret 2015

MAKALAH BK



Kehidupan dalam kelompok sosial
Kelompok sosial adalah suatu kesatuan social yang terdiri atas 2 individu atau lebih yang telah mengadakan interaksi social yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesatuan social tersebut.
Ciri-ciri:
1.       Ciri-ciri kelompok primer
a.       Dalam kelompok primer terdapat interaksi soiantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentsial yang lebih erat anggota-anggotanya. Dalam kelompok itu ada hubungan face to face antara anggota-anggotanya, yaitu hubungan yang benar-benar kenal satu sama lain. Maka kelompok primer ini sering disebut “face to face group”
b.      Sering hubungannya bersifat irrasional dan tidak didasarkan atas pamrih. Didalam kelompok primer manusia selalu mengembangkan sifat-sifat sosialnya seperti mengindahkan norma-norma, melepaskan kepentingan kelompok dan sebagainya.
2.       Ciri-ciri kelompok sekunder
a.       Kelompok ini terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya. Interaksi dalam kelompok sekunder, terdiri atas saling hubungan yang tak langsung, berjauhanan
Formil, kurang bersifat kekeluargaan. Hubungan-hubungan tersebut biasanya lebih obyektif dan zakelijk.
b.      Peranan dan fungsi kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah ialah untuk mencapai salah satu tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama, secara obyek dan rasionil, misalnya: organisasi partai politik, perhimpunan, serikat sekerja dan sebagainya.
Adapun, ciri-cirinya:
1.       Rasionil, hubungan satu sama lain berdasarkan perhitungan untung rugi. Akibatnya hubungan itu menjadi impersonal, jadi alat pemuas kebutuhan saja.
2.       Adanya spesialisasi peranan yang sangat ekstreem, misalnya: dokter tidak boleh mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lain.
3.       Timbul perasaan kurang tenteram dan kurang erat hubungan antara anggota-anggotanya. Manusia setiap saat seolah-olah merasa diancam oleh manusia lain, dan ancaman ini dirumuskan makin lama makin hebat, akibatnya juga kurang tenteram. Oleh karena itu, jiwa manusia dalam massa society selalu tegang takut dan tidak mendapatkan kepuasan hidup.
Terdapat pula pembagian kelompok social ke dalam informal group (kelompok tak resmi) dan formal group (kelompok resmi). Atau kelompok informal dan kelompok formil.
a.       Kelompok tak resmi (informal).
Cirri-cirinya:
·         Tidak mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tertulis.
·         Mempunyai pedoman tingkah laku anggota-anggotanya, tetapi tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis.
·         Bersifat kekeluargaan dengan corak simpati, serta lebih erat.
b.      Kelompok resmi (formil)
Cirri-cirinya:
·         Mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tertulis.
·         Mempunyai pedoman tingkahlaku anggota-anggotanya, tetapi tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis.
·         Bersifat tidak kekeluargaan, bercorak pertimbangan-pertimbangan rasionil dan obyektif.
                Selanjutnya dalam suatu kelompok sering terdapat perasaan ikatan, dari perasaan dalam kelompok atau in-group. Sebaliknya terhadap orang luar terdapat perasaan yang disebut perasaan luar kelompok atau out group. Perasaan in-group disertai perasaan persaudaraan, dan anggota kelompok sendiri dipandang sebagai “ orang kita”, keluarga sendiri dans ebagainya. Sedang orang-orang diluar kelompok sendiri dipandang sebagai “asing”, “orang lain” dan sebagainya. Dan perasaan dalam out-group biasanya lebih dingin, bahkan kadang-kadang disertai perasaan permusuhan.
                Dalam suatu kelompok biasanya terdapat kecenderungan untuk menganggap segala yang termasuk didalamnya, lingkungan kelompok diri sebagai utama, baik, rill, logis, sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya.

NORMA-NORMA KELOMPOK DAN NORMA-NORMA SOSIAL
Norma kelompok ialah norma-norma tingkah laku yang khas antara anggota-anggota kelompok. Namun ini bukan berarti norma rata-rata mengenai tingkah laku yang sebenarnya terjadi dalam kelompok itu, melainkan merupakan pedoman-pedoman untuk tingkahlaku individu.
Norma-norma kelompok dan norma-norma social tidak akan timbul dengan sendirinya, melainkan terjadi di dalam interaksi social antara individu di dalam kelompok social. Norma social senantiasa terjadi bersamaan dengan adanya interaksi manusia di dalam kelompok, dengan kata lain: Norma social adalah hasil daripada interaksi social antara anggota suatu kelompok.
Macam-macam norma social:
1.       Norma kelaziman (volkways), yaitu norma-norma ynag diikuti tanpa berfikir panjang melainkan hanyalah didasarkan atas tradisi atau kebiasaan. Norma ini tidak memerlukan sangsi atau ancaman hukuman untuk berlakunya.
2.       Norma kesusilaan (mores), yaitu norma yang biasanya dihubungkan dengan keyakinan keagamaan. Barang siapa yang melanggar kesusilaan biasana tidak ada hukumannya, hanya saja masyarakat yang menghukumnya secara tidak langsung.Dia diisolir atau disingkirkan oleh masyarakat dan menjadi buah mulut masyarakat.
3.       Norma Hukum, yaitu aturan yang bila orang melanggarnya akan mendapat sangsi atau hukuman. Biasanya Negara menyediakan alat pemerintah untuk memaksa anggota masyarakat agar tidak melanggar hokum itu.
4.       Mode (Fashion), yaitu perbuatan yang biasanya dilakukan dengan tiru-tiru atau iseng-iseng saja. Mode ini di dalam masyarakat biasanya sangat cepat berkembang.